X-Code Terminator 1.9

June 10th, 2008 by andy-nunukan

Sorry no comment about it
just download and try

Xcode_terminator

Xcode_terminator002

DOWNLOAD HERE

X-Code Terminator Black Edition

May 2nd, 2008 by andy-nunukan

Ini adalah X-Cede Terminator 1.7 untuk versi Black Edition dalam edisi ini bug yang ditemukan mas Darmal udah aku fix,oh ya buat yang menemukan bug-nya lagi silahkan posting atau buat testi di friendsterku : )

Xcode_black_form_main

Xcode_black_form_scan

Xcode_black_form_process

DOWNLOAD HERE

USE IT WITH AT YOUR OWN RISK : )

By Dickcyber ^_^

Xcode_black007_1

X-Code Terminator

April 19th, 2008 by andy-nunukan

Sebuah Anti Virus yang aku buat dengan VB
Anti Virus ini lebih bagus dari Avinuka yang pernah aku buat baik dari segi engine maupun GUI nya dengan beberapa fitur yang nggak ada dalam Avinuka
dibawah ini adalah screenshootnya
Form Main

Xcode001

Form Scan

Xcode

Form Process

Xcode003

Form About

Xcode004

Form Result

Xcode007

Anti Virus ini sebenarnya aku buat untuk teman-teman di Forum Yogyafree
namun karena software ini freeware maka siapapun dapat menggunakannya tapi tentu saja dengan resiko ditanggung sendiri jika terjadi kesalahan dalam penggunaannya.

DOWNLOAD DISINI

Anti Virus Nunukan

March 8th, 2008 by andy-nunukan

Avinuka = Anti Virus Nunukan
Banyak hal yang melatarbelakangi hingga aku membuat Anti Virus ini
salah satunya adalah bahwa terlalu banyak orang yang mengeluh tentang  virus atau worm lokal yang banyak mengganggu PC2 di instansi-instansi Pemda kami (Nunukan)
dan yang lebih menyakitkan ketika banyak daripada user2 goblok dengan gelar S.Kom yang menuduh saya
telah membuat virus dan menyebarkan di Instansi2 Pemda Nunukan : ( sebuah tuduhan yang tak pantas dan tak bertanggung-jawab,ya kuakui aku bisa membuat worm aka virus atau malware namun aku tak pernah membuat sebuah program yang merusak untuk sengaja disebarkan di masyarakat atau instansi2 pemerintah karena beberapa virus atau worm yang pernah aku buat hanyalah untuk riset di lab PC-ku dan yang lebih gila daripada user2 goblok itu adalah mereka selalu menuduh aku setiap ada virus atau worm baru yang menyerang PC2 mereka pasti  menuduh aku yang membuat virus/worm yang menyerang PC2 mereka itu,ini betul2 tak bertanggung-jawab emank hanya aku yang bisa membuat virus,worm atau malware itu mas? cobalah tengok dan buka kacamata kalian dan lihat dunia luar sana bahwa betapa banyak orang yang dapat membuat sebuah program yang berbahaya walau tak menguasai sedikitpun bahasa pemrograman karena begitu banyaknya tools2 virus maker yang beredar di internet(jika mau dapat tools2 itu jangan tanya saya goblok, sana tanya paman Google!)
Karena alasan itulah aku termotivasi membuat sebuah program pembasmi virus2 lokal yang banyak beredar di Nunukan tercinta ini,semoga program yang aku buat ini dapat membungkam segala tuduhan omong kosong mereka dan memotivasi para lulusan2 S.Kom di instansi Pemda kami yang begitu banyak namun tak bisa memberikan apa2 bagi kemajuan IT di Nunukan karena yang mereka tahu hanyalah mengompori orang2(aku selalu tersenyum jika mengingat seorang teman aku yang mengatakan bahwa para  S.Kom di tempat kami itu artinya Sarjana Kompori : ) dan akhirnya semoga Avinuka ini dapat bermanfaat bagi semua user yang ada di Nunukan.
Untuk mendownload program ini silahkan ambil di


DOWNLOAD DISINI

sedangkan untuk kritik dan caci makinya silahkan posting di blog saya ini ; )

Friends

May 7th, 2007 by andy-nunukan

SAHABAT

            Aku terbangun di pagi hari,saat mentari masuk ke ke kamarku lewat celah-celah gorden jendela kamarku yang tersingkap,ada kebahagian yang kurasakan pagi ini,mungkin akan ada seseorang yang akan mengunjungiku pagi ini kata perasaanku,setelah membereskan tempat tidurku aku berjalan keluar menuju ruang depan untuk menghirup udara segar,kubuka pintu depan rumahku kudorong perlahan dan seberkas sinar mentari dari balik pintu itu menyilaukan mataku,kuangkat tanganku menghalau seberkas sinar itu dan dengan pandangan yang menyipit aku memandang ke bawah ke arah keset pintu rumahku,dan kulihat sebuah surat tergeletak  disana,sebuah surat beramplop biru.kuambil surat itu lalu kuperiksa nama pengirimnya tapi tak kutemukan nama pengirimnya.Aku terheran dan keningku sedikit berkerut penuh selidik dan tanda tanya.

            Kututup kembali pintu rumahku dan aku berjalan ke sofa terdekat dariku,dan kuhempaskan diriku di kursi empuk itu,menghirup udara sebentar lalu kusobek tepi amplop surat itu kukeluarkan isinya.Sebuah keharuman bunga ester tiba-tiba memenuhi udara sekitarku yang ternyata berasal dari wangi kertas surat itu.Dan dengan perlahan kubaca surat itu:

            “Sahabatku,setelah sekian lama kita terpisah akhirnya dapat juga

kutemukan alamatmu maka kukirimkan surat ini      untuk menghapus

keriduaanku padamu.Ah,mungkin tak cukup halaman surat ini

untuk mengunkapkan kerinduanku padamu sahabat.Sahabatku masih

ingatkah engkau akan masa kecil kita berdua, kala itu kau datang

ke rumahku dan mendapati diriku sedang menangis di beranda rumahku

karena aku sangat sedih ditinggalkucing kesayanganku yang mati

ditabrak mobil dipagi itu.Engkau pasti ingat sahabat karena saat itu

engkaulah yang menghiburku dan memberikan sapu tanganmu

ketika mataku menangis ,kau berkata padaku,”Sudahlah kawan!

Janganlah engkau menangis karena semua yang telah  mati dan

meninggalkan kita tidaklah benar-benar mati dan meninggalkan kita

tetapi mereka tetap hidup di alam keabadiaan sana.ayo kita berdoa

Untuknya?”

Lalu kitapun berdoa bersama-sama untuk kucing kesayanganku.

Masih ingatkah kau semua itu sahabat? Oh ya sobat bagaiman kabarmu?

Semoga Tuhan selalu memberkatimu disana,sobat meskipun tempat

tinggal kita sudah berjauhan dan waktu telah memisahkan kita

cukup lama maka semoga sepucuk surat ini dapat menjembatani

kembali persahabatan kita yang terlupakan.Dan akhir kata aku

mendoakanmu semoga kebahagiaan selalu menyertaimu dan salamku

untukmu dan keluargamu disana,selalu dan selamanya.

Dari sahabatmu

Winda

            Kumasukkan kembali surat itu ke sampulnya dan khayalku melayang keduapuluh tahun yang lalu saat kami masih kanak-kanak,saat itu aku memiliki seorang sahabat yang rumahnya bersebelahan dengan rumahku,orangnya centil dan lucu namun cantik,aku sangat akrab dengannya dan terkadang aku menganggapnya sudah seperti adik sendiri,sehingga terkadang menjahilinya sampai kadang-kadang membuatnya menangis  tetapi ia selalu memaafkan kenakalanku,kami berteman cukup lama hingga akhirnya kami harus berpisah karena aku harus ikut  kedua orangtuaku yang telah dipindah tugaskan oleh perusahaan tempatnya bekerja ke suatu daerah yang jauh dari kotanya. Aku masih ingat ketika ia menangis saat-saat kami akan berpisah di pelabuhan ia berpesan kepadaku.”Jika engkau telah sampai nanti disana jangan lupa telpon aku ya?” Itulah kata-kata terakhir yang pernah kudengar darinya.Namun aku tak pernah menghubunginya,Karena aku telah disibukkan tugas belajar dan bertemu teman-teman yang baru,waktu berlalu sampai kemudian aku dapat menyelesaikan kuliahku di salah satu universitas terkenal di kotaku,dan keberuntungan menyertaiku aku diterima bekerja di tempat perusahaan bapakku bekerja selama ini,akupun menjalani rutinitas kehidupanku yang baru dan tak pernah teringat sedikitpun dengannya sampai akhirnya aku kedatangan suratnya di pagi ini.

            Aku berdiri entah kenapa tiba-tiba merasa rindu dengannya maka aku berjalan ke ruang tengah tempat telepon rumah berada,kebetulan ini hari minggu mungkin dia berada di rumah saat ini pikirku,maka kuangkat gagang telepon dan kutindis nomor kode wilayahnya lalu nomor telepon rumahnya dan aku menahan nafas sebentar sambil menunggu terhubung dengannya,hening sejenak dan belum ada tanda-tanda terhubung dengannya maka kucoba  lagi mengulang mendial nomor teleponnya dan aku menunggu dengan sebuah-

harapan yang dalam dan tak lama kemudian kudengar telepon itu terangkat dan sebuah suara wanita tua terdengar dari seberang sana.”Hallo! Selamat pagi! Ini dengan ibunya Winda .” Sebuah suara yang telah kukenal betul sebagai suara ibu sahabatku itu,namun ada  keanehan dalam suaranya,ada suatu getaran kesedihan yang dalam yang kurasakan dalam suarannya.

“Hallo ini dengan Andy di Samarinda,maaf apakah ini dengan ibunya Winda?”Balasku, lalu terdengar kembali suaranya .“ Benar! Maaf anda ingin bicara dengan siapa?” Tanyanya,aku mendengar dan merasakan sebuah isak tangis dan kesedihan dalam nada suaranya. Aku kembali menjawab,”ini Andy tante?cp sahabatnya Winda, aku ingin bertemu dan berbicara dengan Winda tante?”Kataku penuh harap dan aku menunggu dan hening kurasakan tak ada jawaban sampai kemudian terdengar suara yang dipenuhi isak tangis kepedihan.”Winda telah pergi nak?”dan dengan cepat kubalas,” Kemana tante?” tanyaku, kembali terdengar suara dari sana,” Winda telah pergi untuk selamanya; semalam ketika ia akan pulang ke rumah dari kantornya ketika ia akan menyebrang menuju mobilnya yang di parkir, sebuah mobil dari arah samping yang melaju dengan cepat telah menyambar dan ia tak sempat menghindarinya dan malang kecelakaan itu telah merenggutnya nak!”

Sebuah jawaban yang sangat mengagetkanku dan seakan akan merontokkan seluruh tulang-tulangku, aku terdiam kaku tak bergeming dengan gagang telepon masih terangkat namun tak kuperhatikan lagi, aku betul-betul merasa terpukul dengan berita kepergiaanya, aku tak percaya, setelah semua yang baru kualami, sebuah harapan menyambangiku namun telah berubah menjadi keputusasaan yang mendalam, dalam beberapa detik. Oh Tuhan benarkah ini jerit hatiku, lalu kuambil suratnya, kubuka kembali dan membacanya, dengan airmata yang berkaca-kaca seolah tak menerima semua ini, kuperhatikan tulisannya dalam-dalam dan keanehan kurasakan, tulisan itu terasa hangat dan seolah baru ditulis dari tangannya yang lembut, dan kulihat sebercak darah yang segar di pinggir namanya. Aku merasa heran ketika surat itu kubaca pertama kali tak kutemukan bercak darah disitu, siapa yang telah menaruhnya .

Otakku berpikir keras tapi tak menemukan jawabannya dan bagaimana surat ini bisa sampai kepadaku karena dalam surat itu tertulis tanggal pengirimannya adalah hari ini, bagaiman mungkin sebuah surat yang dikirim hari ini telah sampai kepadaku juga pada pagi ini ,betul-betul tak masuk akal, karena jarak kota kami sangat berjauhan, jikalau surat ini dikirim melalui pos mungkin memerlukan beberapa hari untuk sampai kepadaku. Aku sudah tak sanggup berpikir lagi, otakku sudah tak mampu menjangkau semua ini,dan ketika aku masih dalam keheranan sebuah bayangan berkelebat disampinku ,kuikuti

Pandangan mataku kearah bayangan itu dan kulihat dari balik kaca jendelaku yang berembun sesosok wanita dengan pakaian putih tersenyum kepadaku, sebuah senyuman yang penuh kedamaian dan kebahagiaan yang hening,ya aku mengenal wajah itu,oh Tuhan,wajah itu adalah wajah milik Winda,kulihat ia melambaikan tangan kepadaku seolah sedang berpamitan denganku,aku berdiridan coba mendekat kearahnya tetapi seketika  sosok Winda yang berdiri dari balik jendela itu menghilang  dari hadapanku seakan-akan ditelan pagi,aku segera berlari keluar dan dalam sekejap sudah nerada pas di tempat Winda tadi berdiri,mataku berpaling kesana kemari mencari sosoknya yang mungkin bersembunyi di balik bunga-bunga matahari yang banyak tumbuh di halaman rumahku,tapi tak kutemukan apa-apa selain kesunyian pagi.Aku putus asa namun tiba-tiba mataku tertuju ke kaca jendela di depanku dimana tadi sahabatku berdiri,di kaca itu kulihat sebuah tulisan,sebuah tulisan yang tercipta

Dari kelembapan embun yang membasahi kaca jendela,sebuah tulisan yang menggetarkan hatiku,sebuah tulisan yang takkan pernah akan kulupa.di kaca itu tertulis”SEMUA YANG TELAH MATI DAN MENINGGALKAN KITA TIDAKLAH BENAR-BENAR MATI DAN MENINGGALKAN KITA.TETAPI IA TETAP HIDUP DI ALAM KEABADIAN.”Aku terdiam seperti batu,hatiku telah dipenuhi keharuan,antar rindu dan harap,lama aku terdiam dalam keheningan dan ketika aku memandang ke langit kulihat citra wajah sahabatku tersenyum di awan,akupun tersenyum kepadanya .            

Catatan:

Sesungguhnya warisan Cinta dan persahabatan bisa

Melampaui dan berlanjut hingga bergenerasi-generasi

Bahkan mungkin melekat pada kita dalam cara

Yang misterius dan tak dapat dipahami

Ada garis - garis penghubung yang tidak tampak

Yang saling mengaitkan kita semua

Dan hati kita kembali pada sumbernya.

Ikatan yang telah terjalin

Tak pernah hilang sepenuhnya melainkan terus hidup

Dalam pikiran dan perbuatan kita

Dan dalam kehidupan anak-anak kita nanti.

Seandainya Engkau Tahu

May 7th, 2007 by andy-nunukan

  Sebuah keraguan menerpaku ketika aku memasuki ruangan itu,sebuah ruang yang sangat besar tempat pertemuan-pertemuan dan penyatuan kebahagian  dan penyaksian dan restu,sebuah ruangan yang penuh kemegahan dan perlambang dari kemakmuran dan pemujaan hawa nafsu yang selalu dahaga akan pujian dan sanjungan.Dengan kepala tertunduk dan langkah yang gontai,terasa berat namun rapuh aku berjalan menyusuri lorong diantara kursi-kursi yang laksana pepohonan yang berjajar serasi di pinggir jalan,kursi-kursi yang telah terisi tamu-tamu yang ingin menyaksikan perayaan kebahagian dan merestui kebahagian disitu.

Perlahan dari arah depan terdengar suara musik yang menusuk telingaku dan suasana ruangan itu terasa menggema sekali  menyuarakan lagu-lagu kebahagian dan cinta yang mengiringi suasana pernikahan yang ada di ruangan itu, namun kendatipun penyanyi yang melantunkan lirik-lirik lagu kebahagiaan  itu telah berusaha dengan sempurna menyanyikannya namun terasa sumbang di telingaku,terasa lebih payah ketimbang gemuruh kemurkaan dari bawah awan gelap pekat yang menurunkan titik-titik hujan.

Aku semakin gugup dan hatiku berdegup kencang ketika langkah-langkah kakiku semakin mendekati tempat pelaminan di depanku,Aku berhenti sejenak dan dengan kekuatan yang coba kuhimpun kudonggakkan kepalaku yang tertunduk layu laksana bunga musim semi yang telah gugur dari dahannya, kutatap ke depan dan menyaksikan cahaya kebahagiaan dari wajah-wajah orang-orang yang berdiri diatas tempat pelaminan itu,namun ketika mataku menatap ke arah pengantin wanita di depanku kulihat sebuah duka yang dalam,luka yang lebih dalam dari tusukan pisau seorang musuh,mata kami saling menatap dan cukup lama kami saling bertatapan layaknya tatapan seorang kekasih yang sedang menantikan suatu pertemuan yang indah setelah perpisahan yang dalam,ada air mata yang perlahan mulai turun dari kelopak matanya ,pelan dan membentuk kristal-kristal embun yang memantulkan cahaya kesedihan yang mendalam,Aku tak kuat menatapnya dan kepalaku tertunduk layu tak bergeming dan sebuah suasana membawaku terbayang kembali kesuatu taman beberapa hari yang lalu,suatu taman dimana menjadi suatu tempat pertemuan rahasia antara aku dengan sosok seorang wanita yang kini telah menjadi pengantin wanita di depanku.

            Saat itu kami saling duduk terdiam serupa kebisuan yang tak bergeming dari palung laut yang paling dalam dan laksana kesunyian malam yang pekat tanpa desau dedaunan yang dipermainkan angin dan nyanyian binatang-binatang malam. Tak bersuara namun menggetarkan hati para penakut,hening sejenak dan kurasakan tangannya  yang selembut kapas perlahan memegang jari-jemariku dengan kuat  dan aku membiarkan jari-jemari kami saling menjalin erat. Dengan lembut dan suara yang bergetar dan terdengar  seperti menanggung beban yang dalam dia berkata kepadaku”Kekasihku kebenaran agung tidaklah melintas kepada seseorang dengan jalan percakapan tetapi ia lebih memilih keheningan malam sebagai jalan antara jiwa-jiwa kita, yang lebih lembut ketimbang angin sepoi basah yang melukis di atas permukaan air, kekasih engkau tahu sesungguhnya cintaku  padamu setulus hati ini,dan kasih sayangku padamu sebening air telaga yang ada di depan kita ini,sejak pertama kita bertemu dan ketika mata kita saling bertautan telah kurasakan suatu cinta yang mengalir dan membelai kedalaman hatiku, sebuah cinta yang lahir dari kesederhanaan dan cahaya hati yang mengharap dan tak pernah kunjung padam,dan tak kuragukan cintamu padaku,telah banyak ujian yang telah kita lalui untuk membuktikan ketegaran cinta kita namun kali ini cinta itu menuntut kita lagi untuk membuktikan kedewasaannya tapi aku tak kuat untuk bisa melewatinya,karena kelemahanku yang payah dan kepapaan kedua orang tuaku yang membuatnya telah berhutang dengan seorang kaya di kota kita ini,dan kemiskinan membuatnya tak sanggup membayarnya kemiskinan yang telah memaksanya untuk mengikuti keinginan orang kaya itu yang menginginkan aku menjadi tebusan untuk anaknya.Kekasihku? apakah yang harus kulakukan dengan keputusan yang akan merenggut kebahagiaan diriku dan mimpi-mimpi cinta kita,aku tak ingin kekasih? cinta yang telah lama bersemi dan menjalin sebuah kisah indah diantara kita berdua harus terkoyak oleh sebuah keinginan yang hina dan tak punya belas kasihan kepada diri kita yang lemah ini.Aku tak ingin menjadi korban kerakusan hawa nafsu mereka,lebih baik aku mati menpertahankan kesetian cintaku padamu daripada menyerahkan diriku pada suami yang tak kucintai,aku tak bisa kekasih,aku tak bisa!”Kekasihku tertunduk dan menangis di pangkuanku,air matanya membasahi tanganku yang terkulai,sebuah tangisan yang sangat menyentuh penderitaan hatiku.

Kupeluk ia dengan erat seolah takkan pernah ingin melepaskannya dan kubelai rambutnya yang panjang dan dengan lembut kukecup keningnya dengan kecupan yang lama dan dalam dan beserta airmata yang perlahan mulai turun dari kelopak mataku kuberkata kepadanya” Kekasihku adakah yang lebih indah daripada cintamu padaku dan adakah yang lebih berharga yang kumiliki selain dirimu,setelah sekian lama kita membina cinta ini karena kelemahan dan kemiskinanku aku tak dapat menyelamatkanmu dari tangan-tangan penuh keangkuhan dan kesombongan,karena hawa nafsu mereka tak mengenal kesedihan dan kepedihan kita,ah! Seandainya aku seorang pangeran yang menpunyai banyak harta dan punya kekuasaan ,akan kuberikan semua kerajaanku dan mahkota kebesaranku untuk menebusmu dari kesombongan mereka.Tapi aku hanya seorang pemuda papa dan miskin yang tak memiliki harta untuk menebusmu.”Akupun menangis dan mencurahkan kepedihanku yang dalam.

Laksana bunga yang terkulai dari kelopaknya kekasihku menempelkan kepalanya ke dadaku yang kuat namun sebentar lagi akan rapuh oleh hantaman badai cinta yang menderanya,dan dengan suara terisak dan memelas ia berkata lagi padaku” Kekasih jangan  biarkan aku menjadi milik orang lain,karena aku tak sanggup hidup tanpa cintamu,bawalah aku pergi jauh kekasih? Jauh ke ujung dunia dimana tidak ada yang akan mengenal kita,atau kita selami laut  yang terdalam dimana tak ada cahaya yang akan menjangkaunya atau kita jelajahi hutan rimba perawan dimana seekor singa pun tak berani memasuki hutannya,atau bawalah aku ke angkasa tempat kediaman para dewa-dewa bumi bermukim dimana kita akan adukan  prahara cinta kita kepadanya,bawalah aku kekasih?” Aku sangat teriris mendengarnya,penuh kegetiran dan harapan yang kosong.Aku menggenggam jemarinya”Tidak kekasihku! Kita tak mungkin membiarkan kedua orang tua kita yang lemah dan tua menanggung kenekatan kita,aku tak sanggup karena mereka pasti akan menyiksanya dan engkau tahu bagaimana kekejaman mereka yang tak punya belas kasihan namun aku lebih tak sanggup lagi jika harus membiarkan dirimu menjadi tawanan hawa nafsu mereka.” Kemudian kita saling membisu tak tahu  yang harus di lakukan.

Tiba-tiba kilatan lampu kamera membuyarkan lamunanku,aku menatap ke depan ke arah datangnya cahaya tadi,hening sejurus dan dengan langkah berat aku menaiki pelaminan dan tepat  berada di depan pengantin dan kekasihku itu.Kuulurkan tanganku menyalami tangan kekasihku dan kugenggam erat tangannya dan dengan keberanianku yang terakhir kukecup tangannya layaknya kecupan terakhir dari seorang kekasih yang akan berangkat ke medan perang dan takkan kembali.Dan dengan suara yang lebih lembut daripada angin laut aku berkata padanya “Semoga Tuhan Memberkatimu!”Sepatah kata yang melahirkan airmata yang deras di pipinya dan melukai hatinya yang paling dalam,dan kurasakan tatapan sinis suaminya yang seakan-akan ingin menelangku bulat-bulat,mukanya merah tanda menahan amarah yang tertahan,aku melepas tangan lembut kekasihku dan mengulurkan tanganku ke suaminya dan dengan berat dan terpaksa ia menyalamiku,kugenggam tangannya dan laksana prahara yang menporandakkan hutan belantara aku berkata padanya ”Sesungguhnya sang Pujangga Agung hanya menciptakan sebuah cinta yang akan mengalir dan mengalun dengan sempurna,dan cinta itu adalah milik kami yang telah kau rampas dari tangan-tangan kami tapi ketahuilah walaupun engkau memiliki tubuhnya dengan uangmu tapi tidak jiwanya! Walaupun engkau dapat memiliki kecantikannya tapi tidak hatinya! Walaupun engkau dapat memiliki kehormatannya tapi tidak cintanya! Karena Cinta,hati dan jiwanya hanyalah untukku dan kesetiaannya selalu beserta denganku maka cintaku senantiasa bersamanya.” Kata-kataku itu seperti petir di siang bolong bagi siapa saja yang mendengarnya di pelaminan itu,penuh kekuatan dan rahasia yang dalam.Kata-kata itu jugalah yang membuat kekasihku pingsan dan tak sadarkan diri karena tak sanggup lagi menahan kesedihan dan kepedihan hatinya yang terluka.Aku melepaskan jabat tanganku dan berlalu serupa angin dan gemuruh meninggalkan kehebohan di altar pelaminan itu tapi tak kuhiraukan lagi semua yang telah terjadi disitu karena hatiku lebih terluka,karena hatiku lebih tersayat daripada kehebohan yang kutinggalkan.

Catatan:

Cinta yang kuat dan berakar kokoh

Memiliki energi yang tak bisa dihentikan

Tidak juga oleh cengkraman maut

Kalau dua jiwa telah menyatu

Dan salah satunya  harus berlalu dari dunia ini

Perpisahan itu mungkin kelihatan final

Tapi sebenarnya jalinan tersebut melampaui waktu

Karena cinta seperi sungai

Cinta akan mengalir selamanya

Dan cinta akan merengkuh semua

Yang berenang dalam arusnya

   

Diantara Hati Yang Terluka